Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual Harus Progresif

MARAKNYA kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia, harus menjadi perhatian serius semua kalangan. Bahkan, pemerintah dan DPR harus segera menjadikan penguatan instrument hukum, sebagai agenda prioritas nasional.

“Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual harus segera dibahas dan disahkan,” ujar Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay.

Jika undang-undang tersebut berlaku, kata dia, seluruh elemen masyarakat bisa terlibat aktif dalam upaya pencegahan. Sedangkan dari sisi hukum,  hukuman terhadap pelaku, harus pula bisa memberikan rasa keadilan bagi korban. “Harus ada pemberatan hukuman bagi pelaku agar menimbulkan efek jera,’’ tegas Daulay.

Sejumlah instrumemen hukum mengenai kekerasan seksual diantaranya,  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014, serta UU No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Tapi ternyata peraturan-peraturan itu belum bisa mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat, utamanya korban,” ungkap Analis KANAL HUKUM, Ramadhany Firmansyah.

Belum adanya rasa keadilan itu, kata dia, hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku, seringkali dirasakan ringan dibanding akibat perbuatannya. Lantas Ramadhany  mengutip pernyataan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Prof Satjipto Rahardjo yang menyatakan, “hukum tidak hanya digunakan untuk mengukuhkan pola-pola kebiasaan dan tingkah laku yang terdapat dalam masyarakat, tetapi juga untuk mengarahkan pada tujuan yang dikehendaki, menghapuskan kebiasaan yang dipandang tidak sesuai lagi menciptakan pola-pola kelakuan baru.”

Sehingga, kata Ramadhany , undang-undang yang baru nanti harusnya menggunakan pendekatan yang progresif. Yaitu hukum yang pro keadilan dan hukum yang pro rakyat. “Sebab, hukum bertugas melayani manusia, bukan sebaliknya,” tegasnya.

 

Sumber: kanalhukum.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s