Akhirnya Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Bandwidth PT Telkom

SETELAH sekitar  dua pekan melakukan pengejaran, polisi akhirnya menangkap sembilan  pelaku pencurian bandwidth atau kuota internet PT Telkom. Diantara para pelaku, adalah karyawan alih daya di perusahaan telekomunikasi milik pemerintah tersebut. Sedangkan pelaku lain, dari luar PT Telkom.

Penangkapan sembilan pelaku pencurian kuota internet PT Telkom ini, diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus  Polda Metro Jaya,  Kombes Mujiyono, Senin (9/5) di Jakarta. Menurut Mujiono, setelah mendapat laporan dari PT Telkom pada 18 Maret 2016, polisi melakukan penyelidikan selama 10 hari. Polisi menduga, kasus pencurian yang merugikan PT Telkom hingga Rp 15 milyar ini, sudah berlangsung sejak enam bulan sebelumnya.

Penangkapan para pelaku, terjadi di empat lokasi yang berbeda. Pelaku yang pertama kali ditangkap, adalah RA dan KA di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau serta Kota Medan. Berikutnya, tanggal 1 April, polisi kembali menangkap pelaku lain berinisial AK, di Tangerang. Berdasarkan pengembangan dari ketiga pelaku yang tertangkap, polisi juga menangkap YP,AB, EJ, dan AFW di Bandung.

“Dan pada tanggal 15 April, kami menangkap lagi dua pelaku. Yaitu AB dan SPB,’’ ungkap Mujiyono.

Dari para pelaku, polisi menyita sembilan KTP atas nama masing-masing pelaku, 12 buku rekening bank atas nama AK, enam laptop, 11 ponsel, 27 kartu ATM, satu bundel dokumen, tiga CPU, modem, flashdisk, tiga kartu karyawan Telkom Akses, satu kartu karyawan outsourcing Telkom dan buku keuangan.

Modus yang digunakan para pelaku, pelaku dari eksternal PT Telkom, bekerjasama dengan pegawai alih daya di BUMN tersebut, untuk memasuki sistem jaringan internet PT Telkom. Untuk menyusup ke dalam sistem, kata Mujiyono, pelaku internal menggunakan username dan password pegawai. Kemudian, pelaku  merubah paket internet pelanggan menjadi lebih besar kuotanya.

“Pelaku eksternal memasang iklan jasa upgrade bandwidth Speedy Telkom di media sosial seperti Facebook, Blogspot, BBM Group menggunakan logo Telkom dan mengatasnamakan Telkom. Mereka menghubungi pelanggan yang tertarik dengan mengaku sebagai rekanan Telkom,” jelasnya.

“Setelah pelanggan setuju, pihak eksternal ini menghubungi oknum PT Telkom untuk melakukan akses terhadap server Telkom, untuk menaikan kapasitas atau kecepatan internet pelanggan.Setelah itu mereka bagi hasil,” sambung dia.

Atas perbuatannya, sembilan tersangka dikenakan Pasal 362 juncto 30, 32 Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), juncto Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, juncto Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun, beserta denda maksimal Rp 10 miliar.

Lantas bagaimana soal ganti rugi untuk PT Telkom? Analis KANAL HUKUM, Trisuharto Clinton, menjelaskan, ada tiga cara yang bisa dilakukan. Pertama, melalui penggabungan perkara ganti kerugian, sebagaimana diatur dalam Pasal 98 hingga Pasal 101 KUHAP. Kedua, sesuai Pasal 1365 KUH Perdata, “Bisa melalui gugatan perdata tentang perbuatan melawan hukum,’’ terang Clinton.

Dan yang ketiga, tambah dia, dengan mengajukan permohonan restitusi, seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, serta PP Nmor 44 Tahun 2008 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan Kepada Saksi dan Korban.

©kanalhukum.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s