Wajib anda tahu! Hak anda saat dirawat di rumah sakit

Keadaan sakit, pasien sangat tergantung dengan layanan kesehatan yang dia terima. Kondisi ini dapat menimbulkan celah “eksploitasi” oleh penyedia layanan apalagi terdapat jurang kompetensi antara dokter dan pasien. Jika anda tahu, UU mengatur bagaimana hak pasien dilindungi.

 

Ya tentu saja tidak semua orang mengetahuinya, bunyi pasal-pasal yang diatur dalam UU mengenai hak-hak pasien tidak diinformasikan seperti halnya ajakan membayar pajak yang tersebar di banner, TV, infographic, media massa, dan social media. Pada dinding-dinding rumah sakit, puskesmas lebih banyak informasi tentang pencegahan penyakit dan prosedur mendapatkan layanan. Maka wajar pengetahuan masyarakat atas hak-haknya dalam menerima layanan kesehatan sangat minim.

Terdapat tiga UU yang mengatur tentang hak-hak pasien saat menerima pelayanan kesehatan. Ketiga UU tersebut yaitu: UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No.29 Tahun tentang Praktik Kedokteran, dan UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Lantas apa saja hak-hak pasien menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan?

1. Hak menerima atau menolak sebagian atau seluruh pertolongan, kecuali dalam keadaan tak sadar, penyakit menular berat, gangguan jiwa berat;

2. Hak atas rahasia pribadi, kecuali perintah UU, pengadilan, ijin yang bersangkutan, kepentingan yang bersangkutan, kepentingan masyarakat;

3. Hak tuntut ganti rugi akibat salah atau kelalaian, kecuali tindakan penyelamatan nyawa atau cegah cacat.

Hak-hak pasien tidak hanya diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009, tetapi juga diatur dalam UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran khususnya pada pasal 52, meliputi:

1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat 3;

2. Meminta pendapat dokter atau dokter lain;

3. Mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;

4. Menolak tindakan medis;

5. Mendapatkan isi rekam medis.

Selanjutnya hak-hak pasien diatur pula dalam pasal 32 UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, bahwa setiap pasien mempunyai hak sebagai berikut:

1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;

2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien;

3. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;

4. Memperoleh pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;

5. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi;

6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan;

7. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di rumah sakit;

8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain (second opinion) yang memiliki Surat Ijin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar rumah sakit;

9. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya;

10. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya;

11. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan;

12. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis;

13. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya;

14. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit;

15. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya;

16. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya;

17. Menggugat dan atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit itu diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana;

18. Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikianlah hak-hak pasien yang dijamin UU yang perlu anda ketahui. Semoga dengan mengetahui dan memahami hak-hak atas pasien, pasien dapat terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan pasien, mengurangi kasus perselisihan antara pasien dan penyedia layanan. Dan tentu saja demi mendorong pelayanan kesehatan di negara kita lebih maju dan berkualitas.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s